www.fokma.org

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Forum Komunikasi Muslimah

Ustadzah Yoyoh Yusroh; Ibu Umat dan Ibu Anak-anaknya

E-mail Print PDF

ustadzah-yoyoh-yusroh

 

Seluruh Pengurus dan Anggota FOKMA Pusat dan Cabang mengucapkan dukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya salah satu Srikandi Indonesia Ustadzah Yoyoh Yusroh yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk dakwah dan ummat.  Semoga segala amalnya Allah terima, kisah hidupnya bisa kita teladani, dan semoga keluarga yang ditinggalkan Allah beri ketabahan dan kesabaran atas kehilangan ini. Indonesia berduka. Dalam rangka mengenang beliau, berikut kami tampilkan wawancara FOKMA dengan beliau  ketika beliau mengunjungi Malaysia kira-kira 2 tahun yang lalu.  Semoga ada ibroh yang bisa kita tuai di dalamnya….

 

Senyumnya terkembang ramah menyapa. Matanya teduh namun penuh semangat dan ada optimisme terpancar disana. Siapapun yang mengenalnya pastilah merindukan kesempatan untuk berbincang dengannya. Dialah Ustadzah Hajjah Yoyoh Yusroh, SPdi yang juga dikenal dengan Ummu Umar mengikut nama anak pertamanya Ahmad Umar Al Faruq, tokoh Buletin Yasmin pada edisi ini. Walaupun masih tersisa lelah setelah menunggui anaknya yang ke 11, adik Abdullah Aminuddin di Hospital Putrajaya beberapa malam kemarin, namun beliau masih bersemangat menjelaskan kiprah dakwahnya di berbagai organisasi yang ia geluti.

 

Last Updated ( Monday, 30 May 2011 20:01 ) Read more...
 

Laporan Khusus Seminar FOKMA 2011

E-mail Print PDF

 

Alhamdulillah melalui perjalanan berliku, Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia (FOKMA) kembali menghadirkan Seminar Tahunan FOKMA 2011 dengan tajuk Muslimah Jagalah Dirimu; Pendidikan Seks Sehat untuk Muslimah.

 

Pagi itu cerah sesuai harapan sebagian besar panitia. Panitia yang beratribut jilbab ungu dan jaket FOKMA sudah memulai kesibukannya mempersiapkan acara seminar dengan serius. Daftar hadir disiapkan, goody bag dan snek pagi ditata rapi, dan peserta bazaar mulai meletakkan barang-barangnya. Sementara di dalam ruangan dewan Fakulti Teknologi Sains Maklumat, Universiti Kebangsaan Malaysia, tim multimedia dan tim acara memeriksa ulang sound system dan multimedia, sementara tim nasyid mengulang kembali latihan posisi.  Hadiah-hadiah untuk door prize yang dibungkus rapi oleh tim cinderamata telah tersusun di atas meja yang dipersiapkan cantik oleh tim perlengkapan sehari sebelumnya.

Tim publikasi memasang spanduk dan banner di beberapa tempat, termasuk juga di depan fakulti untuk memudahkan para peserta menemukan lokasi. Beberapa panitia menyantap sarapan yang telah disiapkan tim konsumsi di kantin samping dewan. Kira-kira pukul 9.30 pagi para peserta mulai berdatangan dan mengisi daftar hadir. Dengan senyum cerah, tim registrasi membagikan snek dan goody bag kepada peserta. Dengan harga tiket 15 RM maka peserta sudah mendapatkan snek, makan siang, dan goody bag yang berisi makalah seminar, pen, pin FOKMA, kalender saku, dan sertifikat.  Tim Dana berusaha memastikan apa yang peserta bayar sesuai dengan nilai barang yang didapat. Peserta masuk ke dalam dewan dan para petugas mulai bersiap.

Last Updated ( Friday, 06 May 2011 20:45 ) Read more...
 

Benarkah Kita Mencintai Rasulullah

E-mail Print PDF

Benarkah Kita Mencintai Rasulullah?

Oleh : Siti Hafidah Ayub Asnawi, Lc

"Jika kecintaanmu itu sejati, niscaya engkau akan menta'atinya.Sesungguhnya seorang pecinta, kepada orang yang dicintainya akan selalu ta'at setia."

Bilal bin Rabbah, sahabat Rasulullah SAW berkulit hitam namun berhati putih mempunyai banyak kenangan tersendiri pada lelaki mulia yang menjadi Nabinya. Kenangan itu berkerak dan melekat dalam diri Bilal ra. sampai jauh setelah Rasulullah SAW wafat. Agar tak terkoyak moyak hatinya, Bilal ra. memutuskan untuk tak lagi adzan sepeninggal Rasulullah SAW. Sampai suatu ketika, rindu Bilal ra. tak tertahankan. Ia pun mengumandangkan adzan.
            Kisah itu diawali dengan cerita Bilal ra. tentang mimpinya semalam. Lelaki asal Ethiopia itu, suatu malam bermimpi dalam tidurnya. Dalam mimpinya, Bilal bertemu dengan Rasulullah SAW. “Bilal, betapa rindu aku padamu,” kata Rasulullah SAW dalam mimpi Bilal.
Satu orang mendengar cerita Bilal ra. Tak berapa lama, orang pertama menceritakan mimpi Bilal ra. pada orang kedua. Orang keduapun bercerita pada orang ketiga, keempat, kelima dan seterusnya. Menjelang sore, nyaris seluruh penduduk kota Madinah, kota yang sudah lama ditinggalkannya, tahu tentang mimpinya itu. Maka bersepakat penduduk Madinah, meminta Bilal ra. untuk adzan di masjid Rasulullah saat waktu shalat maghrib tiba.
            Tak kuasa Bilal menolak keinginan sahabat-sahabatnya. Senja merah, angin sepoi dan langit bersih dari mega. Bilal mengumandangkan adzan. Penduduk Madinah tercekam kerinduan. Rasa dalam dada membuncah, detik-detik bersama Rasulullah, manusia tercinta terbayang kembali di pelupuk mata. Akhirnya, penduduk Madinah pun menitikkan air mata rindunya, dan Bilal ra, tentu saja ia diharu biru rindu pada kekasihnya, Nabi akhir zaman itu.

Last Updated ( Monday, 24 January 2011 10:40 ) Read more...
 

Susunan Pengurus FOKMA Pusat Periode 2010 - 2011

E-mail Print PDF

Berikut Susunan Kepengurusan  FOKMA Pusat Periode 2010 - 2011 yang dilantik pada tanggal 10 Oktober 2010

Ketua Umum

:

Wahyuni Suryaningrum, ST

Sekretaris Umum

:

Eriyanti Soraya

Bendahara Umum

:

Emma Kurniawati, SE

Koordinator Bidang Kajian

:

Murtiningsih, M.Kep,Sp Mat

Koordinator Bidang PSDM

:

Diah

Koordinator Bidang Dana Usaha

:

Nurhayati Khoir

Koordinator Bidang Infokom

:

Rahmawati Yahya, ST, M Sc

Koordinator Bidang Humas

:

Aisyah

 

Selamat bertugas kepada para Pengurus. Semoga Allah memberkahi langkah-langkah kita di jalan dakwah ini...

 

Last Updated ( Sunday, 09 January 2011 18:20 )
 

Kajian Bulanan Juni 2010

E-mail Print PDF

 

Alhamdulillah...Kajian Bulanan Juni berjalan dengan lancar. Acara berlangsung hari Ahad tanggal 13 Juni 2010 pk 10 - 12 di syurau Asy Asyakirin Kajang dan dihadiri oleh hampir 40 orang peserta. Bedah Buku "Bila Allah menduga Kita" yang dibawakan oleh ustadz Syed Alwi Alatas selaku penulis mendapat respon yang sangat bagus. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan dan kesan yang mendalam yang dirasakan oleh peserta setelah kajian itu berakhir. Selama lebih dari satu jam ustadz Alwi Alatas menjelaskan dan mengupas buku barunya "Bila Allah Menduga Kita" dengan penuh semangat. Kata-katanya sangat menyentuh kalbu dan memuaskan keingintahuan para peserta tentang isi buku yang masuk dalam kategori Best Seller di Malaysia ini. Seusai bedah buku dan sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan foto-foto dan sesi tanda tangan oleh penulis.

Last Updated ( Monday, 05 July 2010 14:53 )
 

IBU..! TERIMA KASIH UNTUK SEGALANYA...

E-mail Print PDF

 

Oleh Reyna Imtihana, S Ag

Ibu muara cinta

 

Ibu adalah sosok cinta tanpa syarat, cinta dan perasaan. Cinta tanpa campur tangan akal. Cinta yang ditopang kekuatan dan kedalaman yang melebihi cinta jenis apapun.

Ibu adalah sumber mata air terpenting yang mengalirkan ketenangan, kebahagiaan dan kecintaan dalam keluarga. Sosok seorang ibu sangat berperan penting dalam melahirkan ketentraman, kedamaian, kemampuan, kekuatan, dan kebesaran dalam jiwa anak-anak.

Ibu adalah orang yang paling penting dan mulia dalam sebuah keluarga. Ibulah yang paling banyak menghabiskan waktu dengan anak-anak. Ibulah yang mengandungkan anak selama sembilan bulan sepuluh hari dengan penuh sabar dan tabah. Ibu jugalah yang menanggung keperitan dan kesakitan sewaktu melahirkan. Ibu yang menyusukan anak, memelihara, dan melindunginya. Ibulah segala-galanya...

                Ibu adalah sekolah untuk mencetak generasi. Dengan kata lain, seorang ibulah yang menumbuhkan sifat-sifat baik dalam diri sang anak. Sekaligus memberikan bimbingan agar di masa depan, sang anak menjadi orang yang berguna bagi nusa bangsa dan agama.

                ”IBU adalah sekolah yang jika engkau telah mempersiapkannya berarti engkau telah mempersiapkan suatu bangsa yang memiliki akar-akar yang baik.”(M. Nasih Ulwan)

                Napoleon Bonaparte berkata: ”Apa yang kini kuperoleh semata-mata berasal dari sisi ibu.” di tempat llain ia juga pernah berkata: ”di balik setiap tokoh besar terdapat seorang perempuan(ibu).”

                Tugas ibu di masa kini dan sepanjang masa sungguh teramat mulia. Apabila kita ingin memperbaiki masyarakat dan memberantas kerusakan yang ada di dalamnya, senjata apa yang harus digunakan?

Tak diragukan lagi jawabannya adalah mangoptimalkan peran ibu. Lembaga-lembaga lokal ataupun nasional tak akan mampu memperbaiki masyarakat selama para ibu belum dipenuhi dan diperbaiki keadaannya. Melalui ibu-ibu yang sholih, niscaya kita akan meraih kemerdekaan, keamanan, kebaikan dan kebahagiaan hidup.

Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 4

UpComing Event

Kajian Juni FOKMA

Muslimah,

Tunggu agenda FOKMA selanjutnya. Kajian bulan Juni FOKMA, insya Allah dengan tema yang menarik hati dan menyentuh kalbu :)


Tamu FOKMA

We have 3 guests online

Site Info

Members : 7
Content : 33
Web Links : 6
Content View Hits : 56915